Gereja St. Albertus Agung

Paroki Harapan Indah Bekasi

Meneladan St. Fransiskus Asisi : Taman Doa Diresmikan di Gereja Harapan Indah

|

Ditulis dan Di-publish oleh

|

Sukacita Paskah di Gereja St. Albertus Harapan Indah tahun ini dilengkapi dengan sebuah momen istimewa yakni pemberkatan Taman Doa St. Fransiskus Asisi pada Minggu, 5 April 2026 oleh Romo Joseph Biodi Mattovano (Romo Vano), didampingi Romo Heri Wibowo dan Romo Daniel, serta disaksikan oleh umat yang hadir dalam misa. “Taman yang berada di depan gereja ini bukan sekadar tempat berdoa, ini menjadi ajakan untuk meneladan kecintaan St. Fransiskus pada seluruh ciptaan,” tutur Romo Vano.
“Pembangunan taman doa ini dilatarbelakangi oleh penetapan tahun ini sebagai Tahun Yubelium khusus untuk memperingati 800 tahun wafatnya St. Fransiskus Asisi oleh Paus Leo XIV. Melalui momentum ini, umat diajak meneladani sosok St. Fransiskus Asisi yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap alam ciptaan. Ia bahkan memandang seluruh ciptaan sebagai saudara dan saudari—ia menyebut ‘saudara matahari’, ‘saudari burung’, ‘saudara langit’, bahkan ‘saudari maut’,” tambahnya.
St. Fransiskus Asisi juga dikenal sebagai pembawa damai. Doanya yang sederhana, “jadikanlah aku pembawa damai, bila terjadi kebencian jadikanlah aku pembawa cinta kasih”, turut dihadirkan di taman doa ini sebagai sarana refleksi bagi umat.
Dalam rangka Yubelium 800 tahun wafatnya St. Fransiskus Asisi yang bertepatan dengan Tahun Ardas Keutuhan Alam Ciptaan di Keuskupan Agung Jakarta, Bapak Uskup mengimbau setiap paroki untuk menghadirkan pojok doa St. Fransiskus Asisi. Harapannya, umat dapat berziarah ke tempat-tempat doa tersebut dan melanjutkan semangat devosi Porta Santa, agar tidak padam.

Pet Blessing
Taman doa ini diharapkan menjadi tempat umat untuk berdoa, termasuk bagi mereka yang ingin memohon berkat bagi hewan peliharaan maupun tanaman. “Ke depan juga direncanakan adanya kegiatan pet blessing. Selain itu, umat diajak mengikuti novena St. Fransiskus Asisi setiap bulan, yang telah dimulai sejak Februari hingga Oktober, bertepatan dengan peringatan 800 tahun wafatnya,” jelas Romo Vano.
Keunikan taman doa ini juga terlihat dari pembangunannya. Menurut Bapak Ara dari Tim Tahun Yubelium Khusus St. Fransiskus Asisi, tempat duduk dan tempat lilin dibuat dari bahan daur ulang, yaitu dari tutup botol yang diolah menjadi kursi taman dan tempat untuk menyalakan lilin. Proses ini dilakukan bekerja sama dengan Politeknik industri ATMI Cikarang.
Selain itu, lilin yang digunakan untuk berdoa bukan lilin bakar, melainkan lilin elektrik. Umat cukup memasukkan koin doa untuk menyalakan lilin. Selain menghindari lilin padam karena angin, penggunaan lilin elektrik ini juga bertujuan mengurangi sampah dari lilin yang dibakar.
Pembangunan taman doa ini dikerjakan oleh Tim Tahun Yubelium Khusus St. Fransiskus Asisi yang dipimpin langsung oleh Romo Joseph Biodi Mattovano. Anggota tim tersebut antara lain Bapak Thien dan Bapak Anton dari Wilayah Felisitas; Bapak Dwi Era, Bapak Deni dan Bapak Ferdi dari Maria Fatima; Bapak Joko dari Alfonsus; Kak Wicak dari Ign Loyola; Kak There dari Wilayah Anastasia; serta didampingi Bapak Daniel, Bapak Agus Djenar, dan Bapak Agus Pri dari DPH.

Dengan hadirnya taman doa ini, umat diharapkan semakin menghidupi semangat doa, serta kepedulian terhadap seluruh alam
ciptaan sebagaimana diteladankan oleh St. Fransiskus Asisi.(Warih-Sanctus)

Koin Doa Untuk Menyalakan Lilin Elektrik
Koin Doa Untuk Menyalakan Lilin Elektrik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popup Image