
SEJARAH GEREJA
1990 – 1996

Dari Lingkungan Menjadi Stasi

Suasana Umat Harapan Indah ketika masih mengadakan ekaristi di rumah-rumah
Juni 1990
Pendataan umat Katolik di Perumahan Pondok Sani, Pejuang Pratama, dan Pejuang Jaya (54 Kepala Keluarga (KK)). Umat merayakan ibadah di Stasi Seroja, Santo Yohanes Pembaptis, Bekasi Utara.
Awal 1996
Pembentukan 2 lingkungan: St. Tarsisius & St. Regina Pacis.
14 April 1996
Perayaan Ekaristi perdana di Perumahan Harapan Indah Blok FF No. 2, dihadiri ±350 umat. Diadakan setiap 2 (dua) minggu sekali.
April 1996
Pastor Damianus Weru, SVD mengusulkan untuk mendirikan Stasi dengan nama santo pelindung Santo Albertus Agung. Situasi Umat yang sedang berjuang untuk mendapatkan izin membangun gereja serta mengalami berbagai persoalan eksternal memiliki kemiripan dengan semangat Santo Albertus Agung yang berjuang mempertahankan ajaran iman Gereja dari serangan para bid’ah.
23 Juni 1996
Resmi berdiri Stasi Harapan Indah dengan pelindung Santo Albertus Agung.
Akhir 1996
Tercatat 6 Lingkungan dan 2 Wilayah dengan 738 umat (187 KK)
1996 – 2008

Dari Rumah ke Gedung Gereja

Umat dalam perayaan ekaristi di Sport Club Harapan Indah
17 Agustus 1996
Dibentuk Panitia Pendirian Gereja (PPG) pertama.
4 September 1998
Dewan Stasi St. Albertus mengirimkan permohonan kepada KAJ untuk pembelian tanah di Perumahan Harapan Indah Blok O, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya.
11 November 1998
KAJ mengabulkan permohonan tersebut dan membeli tanah seluas 4.390 m
5 November 2002
Izin mendirikan gereja ditolak oleh Bupati Bekasi karena penolakan dari tokoh agama dan masyarakat Kecamatan Tarumajaya.
2005 – 2006
Kerja sama dengan pihak pengembang, PT Hasana Damai Putra (HDP) dan pembelian lahan baru seluas 2,932 m2 di Jalan Bulevar Raya Kav 23.
2006 – 2008
Tim PPG, dipimpin oleh Laksamana Pertama Christina Maria Rantetana, MPH. berusaha membangun hubungan dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, instansi keamanan, sehingga tercipta suasana yang kondusif untuk proses perijinan.
6 Februari 2008
IMB Gereja Stasi Harapan Indah terbit dengan No. 503/0053 yang ditandatangani oleh Walikota Bekasi, Bapak Mochtar Muhammad.
Mei 2008
Stasi membeli tambahan lahan untuk parkir di sebelah lahan gedung gereja seluas 2068,32 m2.
2 Mei 2008
Pemberkatan lokasi gereja oleh Pastor Yoseph Jaga Dawan, SVD.
11 Mei 2008
Dilakukan “Pemasangan Tiang Pancang Pertama” oleh Pastor Samuel Pangestu, Pr. selaku Pastor Deken Dekenat Bekasi (pada Hari Raya Pentakosta).
19 Desember 2008
Dilakukan upacara “Peletakan Batu Pertama” oleh Pastor Yoseph Jaga Dawan, SVD.
24 Desember 2009
Gereja Santo Albertus Agung untuk pertama kalinya digunakan sebagai tempat perayaan Ekaristi.
2011 – 2013

Dari Stasi Menjadi Paroki

Suasana Umat dalam perayaan Ekaristi di Gereja baru
25 Juni 2011
Peresmian Gedung Gereja Santo Albertus, Stasi Harapan lndah oleh Dirjen Bimas Katolik, Antonius Semara Duran.
26 Juni 2011
Pemberkatan Gereja Santo Albertus Agung oleh Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo.
19 Februari 2013
Perwakilan DPH Paroki Kranji, Dewan Stasi Harian (DSH) Stasi Harapan Indah, & Pastor Yoseph Jaga Dawan, SVD melakukan audiensi dengan Bapa Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo peningkatan status Stasi menjadi sebuah Paroki.
26 Juni 2011
Pemberkatan Gereja Santo Albertus Agung oleh Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo.
20-21 September 2013
Aspirasi umat akhirnya dirangkum menjadi permohonan kepada Dewan Paroki Harian Kranji untuk menjadi Paroki pada tanggal.
26 September 2013
DPH Kranji menerima permohonan ini dan meneruskannya kepada Bapa Uskup.
2014 – 2015

Dari SVD ke Diosesan
14 November 2014
Keuskupan Agung Jakarta mengeluarkan SK pencatatan buku pelayanan pastoral secara mandiri.
24 November 2014
Keuskupan Agung Jakarta mengutus Imam Diosesan RD. Yustinus Kesaryanto ke Paroki Kranji sebagai Pastor Rekan dengan tugas khusus mempersiapkan Stasi menjadi Paroki.
10 Maret 2015
Pertemuan para pastor dan DPH paroki tetangga untuk memastikan dan menentukan peta batas calon paroki dengan paroki-paroki yang berbatasan.
14 Mei 2015
- KAJ menegaskan berdirinya Gereja Santo Albertus, Paroki Harapan Indah sebagai paroki yang ke-64.
- Penetapan RD. Yustinus Kesaryanto sebagai Pastor Kepala Paroki pertama.
- Penetapan RD. Antonius Pramono Wahyu Nugroho sebagai Pastor Rekan di Paroki Harapan Indah.
- Pelantikan DPH pertama dan serah terima dari Pastor Sarto Mitakda, SVD ke RD Yustinus Kesaryanto sebagai Pastor Kepala Paroki.
2015 – 2022

Dari Pembangunan Fisik ke Pembangunan Jemaat

Rumah kontrakan yang digunakan sebagai pastoran sementara

Gedung Pastoran ditempati sejak pertengahan tahun 2016

Bangunan bedeng yang digunakan untuk tempat pelayanan sementara

Gedung Karya Pastoral Baru

Ruang Adorasi dilengkapi dengan tarbenakel khusus untuk mentahtakan Sakramen Maha Kudus

Penampilan Goa Maria dari depan pasca renovasi

Penampilan Goa Maria pasca renovasi

Di dalam taman doa, ada patung Pieta sebagai sarana untuk melengkapi taman doa bagi umat yang datang berziarah

Pembaptisan pertama sebagai paroki pada tanggal 21 Maret 2015 oleh Romo RD Yustinus Kesaryanto

Penerimaan Sakramen Krisma pertama sebagai paroki pada tanggal 30 Oktober 2016
9 Maret 2015
Pembangunan Gedung Pastoran dimulai dengan pemberkatan tiang pancang oleh RD. Yustinus Kesaryanto
7 Juni 2015
Komuni Pertama perdana umat Paroki Harapan Indah.
14 Mei 2016
Peresmian Gedung Pastoran oleh Bapa Uskup Ignatius Suharyo sekaligus penanda HUT Paroki yang pertama.
15 Mei 2016
Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Karya Pastoral (GKP) oleh RD. Yustinus Kesaryanto, RD. Antonius Pramono, dan RD. Antonius Suhardi Antara.
30 Oktober 2016
Krisma pertama umat Paroki Harapan Indah.
12 Mei 2018
Peresmian GKP oleh Bapa Uskup Ignatius Suharyo (HUT Paroki ke-3).
26 Oktober 2019
AC gereja mulai dioperasikan.
–
Ruang Adorasi dibuat sebagai devosi kepada Sakramen Maha Kudus.
27 Juni 2022
Renovasi Gua Maria dan pembangunan taman doa, termasuk Jalan Salib dan patung Pieta. Atap yang direnovasi dibuat berbentuk seperti tenda, sama dengan tema bangunan gedung gereja. Hal ini menggambarkan kemah suci atau kemah pertemuan (mishkān) yang dipakai untuk beribadah bangsa Israel ketika keluar dari tanah Mesir menuju Kanaan.
1 Oktober 2022
Pemberkatan Gua Maria.
