Suatu organisasi yang baik tentu membutuhkan struktur yang jelas, namun tidak berhenti pada bagan dan delegasi tugas semata. Kualitas individu di dalamnya juga sangat menentukan arah gerak dan keberhasilan karya. Begitu pula dalam kehidupan menggereja di Paroki Harapan Indah. Agar pelayanan semakin berbuah, diperlukan pengurus yang mumpuni, siap, dan berdaya. Dengan semangat inilah, Seksi Pelatihan dan Kaderisasi (Sie. Pekad) hadir untuk menjadi motor penggerak pembinaan umat.
Seksi Pekad memiliki peran penting dalam memastikan kesinambungan pelayanan paroki. Melalui berbagai program pelatihan, pembinaan, dan kaderisasi, Sie. Pekad berusaha membekali umat agar mampu melayani dengan penuh tanggung jawab. Fokus utama bukan hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kedalaman spiritualitas dan kesadaran panggilan untuk berkarya demi Gereja.
Beberapa tugas yang dijalankan Sie. Pekad antara lain mengidentifikasi, membina, dan menyiapkan kader dari kalangan umat untuk terlibat dalam pelayanan, baik di lingkungan, wilayah, kategorial, maupun paroki. Selain itu, Sie. Pekad menyusun program pelatihan yang menyentuh dua aspek: soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim.
Program kaderisasi yang diselenggarakan Sie. Pekad beragam, mulai dari pembekalan pengurus lingkungan, koordinator wilayah, ketua seksi dan kategorial, hingga rekoleksi untuk Dewan Pengurus Paroki (Dewan Pleno). Dalam penyusunan modul pelatihan, Sie. Pekad senantiasa berkoordinasi dengan seksi lain agar materi yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan pelayanan. Pendekatan ini memastikan bahwa kader yang lahir dari paroki siap menghadapi tantangan nyata dalam karya pastoral.
Untuk periode 2025–2028, Seksi Pekad dipimpin oleh Ibu Hetty Irene Waworga sebagai Ketua, didampingi oleh Ibu Nelly Sihombing sebagai Sekretaris, dan Ibu M. Helena Iskandar sebagai Bendahara.
Pada akhirnya, Seksi Pelatihan dan Kaderisasi bukan hanya tentang membentuk kader, melainkan tentang menyiapkan generasi pelayan yang tangguh, rendah hati, dan setia pada panggilannya. Peran serta umat dalam mendukung setiap program menjadi kekuatan besar agar Gereja senantiasa hidup, dan bertumbuh.