Gereja St. Albertus Agung

Paroki Harapan Indah Bekasi

Seksi Litbang : Bukan Koki, Tapi “Memasak” untuk Paroki Harapan Indah
Seperti sebuah dapur yang hangat dengan sajian nikmat, karya pelayanan di Paroki Harapan Indah pun tersaji berkat “resep” yang diramu dengan cermat. Begitulah peran Seksi Penelitian dan Pengembangan (Litbang), yang memastikan setiap pelayanan direncanakan dengan baik agar tepat sasaran dan bermanfaat bagi umat.
Seksi Litbang bertugas mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data sebagai dasar perencanaan karya pastoral. Tanpa data yang jelas, pelayanan bisa meleset dari kebutuhan nyata umat. Bayangkan sebuah dapur umum yang menyajikan rendang utuh tanpa disuwir untuk lansia—karya itu tentu kurang tepat guna. Karena itu, data dan fakta menjadi kunci utama dalam setiap rencana pelayanan.
Pengumpulan data dilakukan dari berbagai bidang di paroki, mulai dari kegiatan seksi dan kategorial, kebutuhan masyarakat sekitar, hingga potensi pengembangan yang ada. Data ini lalu diolah menjadi informasi akurat dan terorganisir, misalnya dengan membandingkan serta mencocokkannya dengan fakta lapangan, sehingga dapat dipakai sebagai dasar kebijakan pastoral.
Hasil olahan data kemudian disampaikan dalam bentuk yang mudah dipahami dan dapat dipakai oleh pengurus paroki, wilayah, maupun lingkungan. Selain itu, Seksi Litbang juga siap memberikan pendampingan berupa coaching atau mentoring bagi seksi, kategorial, dan lingkungan yang membutuhkan penelitian berbasis data. Dengan begitu, setiap keputusan strategis memiliki pijakan yang nyata dan terukur.
Peran Seksi Litbang tidak hanya terbatas pada lingkup Paroki Harapan Indah. Bila Keuskupan Agung Jakarta membutuhkan data terkait umat atau kegiatan paroki, Seksi Litbang juga menjadi penggerak utama dalam menghimpun dan menyampaikan informasi tersebut. Dengan demikian, paroki dapat hadir sebagai bagian dari gerakan pelayanan yang lebih luas.
Seksi Litbang dipimpin oleh Ibu Selvie Sinaga (Ketua), bersama anggota Bapak Aloysius Adhi Pradana dan Bapak Aloysius Rian Dika. Mereka setia menyiapkan “resep” pelayanan yang matang agar setiap karya pastoral berjalan dengan baik.
Popup Image