MEMUTUS MATA RANTAI KEKERASAN
Senin, 17 Juni 2013
MEMUTUS MATA RANTAI KEKERASAN (Mat 5:38-42)
Jika dalam 1 keluarga terjadi peristiwa seperti ini, apa jadinya rumah itu? Suami menampar istri, istri menampar anak, anak menampar pembantu, pembantu menendang kucing, kucing lari menabrak rak piring dan hancurlah semua peralatan makan. Nafsu saling balas dendam selalu melahirkan kekacauan yang tak kunjung usai. Yesus mengajarkan cara hidup baru: "Jangan kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yg menampar pipi kananmu, berilah juga pipi kirimu." (Mat 5:39).
Salam Kasih Dalam Sang Sabda.
Rm. Yonas, SVD
Jika dalam 1 keluarga terjadi peristiwa seperti ini, apa jadinya rumah itu? Suami menampar istri, istri menampar anak, anak menampar pembantu, pembantu menendang kucing, kucing lari menabrak rak piring dan hancurlah semua peralatan makan. Nafsu saling balas dendam selalu melahirkan kekacauan yang tak kunjung usai. Yesus mengajarkan cara hidup baru: "Jangan kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yg menampar pipi kananmu, berilah juga pipi kirimu." (Mat 5:39).
Yesus tidak menyetujui kekerasan. Justru IA memberikan jalan untuk menghentikan mata rantai kekerasan dengan berbuat baik. Mata rantai kekerasan akan terus terulang jika balas dendam tidak dihentikan. Melilih untuk tetap berbuat baik bisa memutus mata rantai kekerasan itu. Hanya orang yang cinta akan kelemahlembutanlah yang mampu untuk mengikuti jalan Yesus yang radikal ini.
Salam Kasih Dalam Sang Sabda.
Rm. Yonas, SVD